BRMP Biogen Dorong Penyusunan Roadmap Benih Bioteknologi Nasional
BOGOR — Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) selaku Ketua Tim Benih Bioteknologi Pokja Perbenihan menghadiri Rapat Program Kerja Kelompok Kerja Perbenihan Nasional Tahun 2026, Kamis (24/9/2026), di Ruang Rapat Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian.
Rapat tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembahasan Rencana Kerja Tim Pelaksana Bioteknologi Modern dan Peta Jalan Benih Bioteknologi yang telah dilaksanakan pada 5 Agustus 2026.
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah urgensi penyusunan Roadmap Benih Bioteknologi sebagai dokumen arah pengembangan benih bioteknologi modern di Indonesia.
Roadmap tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga instrumen strategis yang menjadi rujukan bersama bagi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan asosiasi. Penyusunannya perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari perkembangan teknologi, regulasi, keamanan hayati, penelitian dan pengembangan, pengawasan, pengembangan produk, hingga hilirisasi.
Kehadiran roadmap dinilai penting untuk memastikan pengembangan benih bioteknologi berjalan secara terarah, terintegrasi, dan dapat diukur. Tanpa arah bersama, pengembangan berpotensi berjalan secara parsial dan menimbulkan tumpang tindih antarinstansi.
Setidaknya terdapat lima aspek penting yang menjadi dasar perlunya roadmap tersebut. Pertama, memberikan kepastian arah kebijakan dan regulasi, termasuk dalam pengkajian keamanan hayati, sertifikasi, serta pengawasan peredaran benih produk rekayasa genetik (PRG) dan produk genome editing.
Kedua, roadmap menjadi sarana sinkronisasi lintas kementerian dan lembaga. Pengembangan benih bioteknologi melibatkan berbagai kewenangan, mulai dari penelitian dan pengembangan, keamanan hayati, karantina, hingga pengawasan mutu.
Ketiga, roadmap diharapkan mendorong daya saing dan hilirisasi produk bioteknologi nasional melalui terciptanya kepastian serta iklim yang kondusif bagi pengembang teknologi dan industri perbenihan dalam negeri.
Keempat, roadmap dapat menjadi dasar penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta kerangka monitoring dan evaluasi (monev), sehingga perkembangan teknologi, aspek keamanan hayati, dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional dapat diukur secara objektif.
Kelima, roadmap perlu bersifat dinamis dan adaptif. Perkembangan teknologi, perubahan regulasi, serta hasil penelitian yang terus berkembang menuntut adanya pembaruan secara berkala agar arah pengembangan tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan pangan nasional.
Melalui penyusunan roadmap yang solid dan disepakati bersama, pengembangan benih bioteknologi modern di Indonesia diharapkan dapat berlangsung secara lebih terarah dan terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keamanan hayati.